Pamor kopi excelsa memang tidak sepopuler kopi arabika dan robusta yang banyak dibudidayakan oleh petani di tanah air. Tanaman kopi yang berasal dari dekat Danau Chad Afrika Barat ini kurang disukai karena produktivitasnya rendah dan rasanya cenderung asam.

Padahal jenis kopi excelsa memiliki daya tahan hidup tinggi terhadap cuaca dan iklim, termasuk lahan lempung dan gambut yang banyak ditemukan di Indonesia.

Kopi excelsa pertama kali ditemukan oleh seorang Botanis Perancis, August Chevalier pada tahun 1905. Mereka menamai spesies kopi ini Coffea excelsa, namun sejak tahun 2006 klasifikasi kopi ini dikaji ulang dan menetapkan bahwa kopi excelsa masih satu spesies dengan liberika sehingga nama ilmiahnya menjadi Coffea liberica var. dewevrei.

Pengkajian ulang ini setelah melalui beberapa penelitian yang menemukan bahwa biji kopi excelsa sama dengan biji kopi liberika yaitu seperti tetesan air hujan dengan ukuran lebih kecil.

Sama seperti kopi liberika, kopi excelsa adalah kopi yang masih dianggap minoritas dan tidak banyak diperdagangkan. Hingga saat ini, 70 persen pasar kopi dunia masih dikuasai oleh jenis kopi arabika dan robusta.

Kopi excelsa sendiri jarang dipasarkan dalam bentuk original namun lebih sering dijadikan bahan campuran pada kopi arabika dan robusta untuk mendapatkan citarasa tertentu.

Ciri-ciri morfologis excelsa hampir sama dengan liberika, akan tetapi kopi beraroma buah-buahan ini lebih tahan terhadap serangan penyakit seperti karat daun.

Batang pohon kopi excelsa dapat tumbuh setinggi 8 meter dan memiliki cabang primer antara 3-12 cabang. Cabang primer tersebut adalah penentu produktivitas buah, di mana semakin banyak cabang primer yang muncul maka buahnya semakin banyak.

Tanaman kopi ini akan berbunga dua kali dalam setahun. Bunganya berwarna putih berukuran besar sementara bijinya berwarna kuning cerah namun ukurannya lebih kecil dari biji kopi robusta.

Ciri khas lain dari kopi ini adalah kulit buahnya yang lebih lembut sehingga dapat dikupas dengan mudah menggunakan tangan.

Karakter kopi excelsa terbilang unik, aromanya sangat tajam, namun memiliki cita rasa yang lembut dan kadar kafein lebih rendah dari kopi robusta. Cita rasa asam kopi excelsa juga tergolong kuat, beberapa orang menyebutnya mirip aroma buah nangka, mangga, atau pisang rebus.

Tags: Biji Kopi Excelsa Banda Aceh Supplier Kopi Gunungsitoli Agen Biji Kopi Semarang Supplier Kopi Excelsa Payakumbuh Supplier Biji Kopi Excelsa Jakarta Distributor Biji Kopi Excelsa Metro Agen Biji Kopi Excelsa Ternate Ekspor Biji Kopi Cafe Prabumulih